Kata-kata “sayyidina” atau ”tuan” atau “yang mulia” seringkali digunakan oleh kaum muslimin, baik ketika shalat maupun di luar shalat. Hal itu termasuk amalan yang sangat utama, karena merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Syeikh Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri menyatakan:
الأوْلَى ذِكْرُالسَّيِّادَةِ لِأنَّ اْلأَفْضَلَ سُلُوْكُ اْلأَدَ بِ
“Yang lebih utama adalah mengucapkan sayyidina (sebelum nama Nabi SAW), karena hal yang lebih utama bersopan santun (kepada Beliau).” (Hasyisyah al-Bajuri, juz I, hal 156).
Pendapat ini didasarkan pada hadits Nabi SAW:
عن أبي هريرةقا ل , قا ل ر سو ل الله صلي الله عليه وسلم أنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَأوَّلُ مَنْ يُنْسَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأوَّلُ شَافعٍ وأول مُشَافِعٍ
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Saya adalah sayyid (penghulu) anak adam pada hari kiamat. Orang pertama yang bangkit dari kubur, orang yang pertama memberikan syafaa’at dan orang yang pertama kali diberi hak untuk membrikan syafa’at.” (Shahih Muslim, 4223).
Hadits ini menyatakan bahwa nabi SAW menjadi sayyid di akhirat. Namun bukan berarti Nabi Muhammad SAW menjadi sayyid hanya pada hari kiamat saja. Bahkan beliau SAW menjadi sayyid manusia didunia dan akhirat. Sebagaimana yang dikemukakan oleh sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani:
“Kata sayyidina ini tidak hanya tertentu untuk Nabi Muhammad SAW di hari kiamat saja, sebagaimana yang dipahami oleh sebagian orang dari beberapa riwayat hadits 'saya adalah sayyidnya anak cucu adam di hari kiamat.' Tapi Nabi SAW menjadi sayyid keturunan ‘Adam di dunia dan akhirat”. (dalam kitabnya Manhaj as-Salafi fi Fahmin Nushush bainan Nazhariyyah wat Tathbiq, 169)
Ini sebagai indikasi bahwa Nabi SAW membolehkan memanggil beliau dengan sayyidina. Karena memang kenyataannya begitu. Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan kita umat manusia yang harus kita hormati sepanjang masa.
Lalu bagaimana dengan “hadits” yang menjelaskan larangan mengucapkan sayyidina di dalam shalat?
لَا تُسَيِّدُونِي فِي الصَّلَاةِ
“Janganlah kalian mengucapakan sayyidina kepadaku di dalam shalat”
Ungkapan ini memang diklaim oleh sebagian golongan sebagai hadits Nabi SAW. Sehingga mereka mengatakan bahwa menambah kata sayyidina di depan nama Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah dhalalah, bid’ah yang tidak baik.
Akan tetapi ungkapan ini masih diragukan kebenarannya. Sebab secara gramatika bahasa Arab, susunan kata-katanya ada yang tidak singkron. Dalam bahasa Arab tidak dikatakan سَادَ- يَسِيْدُ , akan tetapi سَادَ -يَسُوْدُ , Sehingga tidak bisa dikatakan لَاتُسَيِّدُوْنِي
Oleh karena itu, jika ungkapan itu disebut hadits, maka tergolong hadits maudhu’. Yakni hadits palsu, bukan sabda Nabi, karena tidak mungkin Nabi SAW keliru dalam menyusun kata-kata Arab. Konsekuensinya, hadits itu tidak bisa dijadikan dalil untuk melarang mengucapkan sayyidina dalam shalat?
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa membaca sayyidina ketika membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW boleh-boleh saja, bahkan dianjurkan. Demikian pula ketika membaca tasyahud di dalam shalat.
Minggu, 14 Maret 2010
Kasih Sayang Rosulullah SAW
Kasih Sayang Rosululloh SAW dalam Keluarga
Ibnu Umar pernah datang kepada Aisyah RA dan berkata, “Izinkan kami di sini sejenak dan ceritakanlah kepada kami perkara paling mempesona dari semua yang pernah engkau saksikan pada diri Nabi.”
‘Aisyah menarik nafas panjang. Kemudian dengan terisak menahan tangis, ia
berkata dengan suara lirih, “Kaana kullu amrihi ‘ajaba. Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku.”
Kalau ‘Aisyah istri Rosulullah berkata, “ Ah, semua perilaku suamiku menakjubkan bagiku.”. Kira-kira apakah yang akan diucapkan oleh istri
kita jika kita sebagai suaminya ditakdirkan meninggal lebih dulu. Kita juga tidak tahu apakah yang akan diucapkan oleh anak-anak kita tentang orangtuanya.
Semuanya terpulang kepada kita. Apakah kita mau mencoba untuk menjadi bapak dan suami yang lebih menyejukkan hati –meski harus gagal berkali-kali—ataukah kita merasa telah cukup mulia dengan perhatian kita yang tak seberapa.
Banyak para bapak enggan mengusapkan tangan ke pipi anaknya yang sedang meneteskan airmata. Mereka juga tidak pernah menyempatkan diri, meski cuma sekali, untuk membaringkan tubuh anaknya yang letih hanya karena mereka merasa telah banyak berjasa dengan mencari uang yang tak seberapa.
Mereka ingin dihormati oleh anak-anaknya, tetapi dengan menciptakan jarak sehingga anak tak pernah sanggup mencurahkan isi hatinya kepada bapaknya sendiri. Mereka ingin menjadi bapak yang disegani, tetapi dengan cara membangkitkan ketakutan. Padahal Rasulullah Saw. sering mencium putrinya, Fathimatuz Zahra. Bahkan ketika putrinya telah beranjak dewasa.
Berikut ini teladan dari Junjungan Kita SAW :
Aisyah r.a.: Ada seorang Arab dusun datang kepada Nabi Saw. sambil berkata, “Engkau mencium anak-anak, sedangkan kami tidak pernah mencium mereka.” Nabi Saw. menjawab, “Apa dayaku apabila Tuhan telah mencabut kasih-sayang dari hatimu.” (HR. Bukhari).
Nabi Saw. mencontohkan bagaimana menyayangi anak. Pernah Rasulullah Saw. menggendong cucunya, Umamah binti Abi Al-Ash, ketika sedang shalat. Jika rukuk, Umamah diletakkan dan ketika bangun dari rukuk, maka Umamah diangkat kembali.
Pernah juga Rasulullah Saw. bermain kuda-kudaan dengan cucunya yang lain,Hasan dan Husain. Ketika Rasulullah Saw. sedang merangkak di atas tanah,sementara kedua cucunya berada di punggungnya, Umar datang lalu berkata,“Hai Anak, alangkah indah tungganganmu.” Rasulullah Saw. menjawab,“Alangkah indahnya para penunggangnya!”
Tak jarang Rasulullah Saw. menghadapi anak-anak dengan sikap melucu. Bila mendatangi anak-anak kecil, Rasulullah Saw. jongkok di hadapan mereka, memberi pengertian kepada mereka, juga mendo’akan mereka. Begitu hadis riwayat Ath-Thusi menceritakan.
Sementara Usamah bin Zaid memberi kesaksian, “(Sewaktu aku masih kecil ) Rasulullah Saw. pernah mengambil aku untuk didudukkan pada pahanya, sedangkan Hasan didudukkan pada paha beliau yang satunya, kemudian kami berdua didekapnya, seraya berdo’a, “Ya Allah,kasihanilah keduanya, karena aku telah mengasihi keduanya.” (HR. Bukhari).
Abu Hurairah ra pernah menceritakan: “Rasulullah saw pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali ra. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.
Pernah Beliau sholat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah saw dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)
Ibnu Umar pernah datang kepada Aisyah RA dan berkata, “Izinkan kami di sini sejenak dan ceritakanlah kepada kami perkara paling mempesona dari semua yang pernah engkau saksikan pada diri Nabi.”
‘Aisyah menarik nafas panjang. Kemudian dengan terisak menahan tangis, ia
berkata dengan suara lirih, “Kaana kullu amrihi ‘ajaba. Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku.”
Kalau ‘Aisyah istri Rosulullah berkata, “ Ah, semua perilaku suamiku menakjubkan bagiku.”. Kira-kira apakah yang akan diucapkan oleh istri
kita jika kita sebagai suaminya ditakdirkan meninggal lebih dulu. Kita juga tidak tahu apakah yang akan diucapkan oleh anak-anak kita tentang orangtuanya.
Semuanya terpulang kepada kita. Apakah kita mau mencoba untuk menjadi bapak dan suami yang lebih menyejukkan hati –meski harus gagal berkali-kali—ataukah kita merasa telah cukup mulia dengan perhatian kita yang tak seberapa.
Banyak para bapak enggan mengusapkan tangan ke pipi anaknya yang sedang meneteskan airmata. Mereka juga tidak pernah menyempatkan diri, meski cuma sekali, untuk membaringkan tubuh anaknya yang letih hanya karena mereka merasa telah banyak berjasa dengan mencari uang yang tak seberapa.
Mereka ingin dihormati oleh anak-anaknya, tetapi dengan menciptakan jarak sehingga anak tak pernah sanggup mencurahkan isi hatinya kepada bapaknya sendiri. Mereka ingin menjadi bapak yang disegani, tetapi dengan cara membangkitkan ketakutan. Padahal Rasulullah Saw. sering mencium putrinya, Fathimatuz Zahra. Bahkan ketika putrinya telah beranjak dewasa.
Berikut ini teladan dari Junjungan Kita SAW :
Aisyah r.a.: Ada seorang Arab dusun datang kepada Nabi Saw. sambil berkata, “Engkau mencium anak-anak, sedangkan kami tidak pernah mencium mereka.” Nabi Saw. menjawab, “Apa dayaku apabila Tuhan telah mencabut kasih-sayang dari hatimu.” (HR. Bukhari).
Nabi Saw. mencontohkan bagaimana menyayangi anak. Pernah Rasulullah Saw. menggendong cucunya, Umamah binti Abi Al-Ash, ketika sedang shalat. Jika rukuk, Umamah diletakkan dan ketika bangun dari rukuk, maka Umamah diangkat kembali.
Pernah juga Rasulullah Saw. bermain kuda-kudaan dengan cucunya yang lain,Hasan dan Husain. Ketika Rasulullah Saw. sedang merangkak di atas tanah,sementara kedua cucunya berada di punggungnya, Umar datang lalu berkata,“Hai Anak, alangkah indah tungganganmu.” Rasulullah Saw. menjawab,“Alangkah indahnya para penunggangnya!”
Tak jarang Rasulullah Saw. menghadapi anak-anak dengan sikap melucu. Bila mendatangi anak-anak kecil, Rasulullah Saw. jongkok di hadapan mereka, memberi pengertian kepada mereka, juga mendo’akan mereka. Begitu hadis riwayat Ath-Thusi menceritakan.
Sementara Usamah bin Zaid memberi kesaksian, “(Sewaktu aku masih kecil ) Rasulullah Saw. pernah mengambil aku untuk didudukkan pada pahanya, sedangkan Hasan didudukkan pada paha beliau yang satunya, kemudian kami berdua didekapnya, seraya berdo’a, “Ya Allah,kasihanilah keduanya, karena aku telah mengasihi keduanya.” (HR. Bukhari).
Abu Hurairah ra pernah menceritakan: “Rasulullah saw pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali ra. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.
Pernah Beliau sholat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah saw dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)
Label:
Artikel Islam
Sabtu, 06 Maret 2010
Urgensi Bermadzab
Limpahan kebahagiaan dan rahmat Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda, saudaraku yang kumuliakan, mengenai keberadaan negara kita di indonesia ini adalah bermadzhabkan syafii, demikian guru guru kita dan guru guru mereka, sanad guru mereka jelas hingga Imam syafii, dan sanad m ereka muttashil hingga Imam Bukhari, bahkan hingga rasul saw, bukan sebagaimana orang orang masa kini yang m engambil ilmu dari buku terjemahan lalu berfatwa untuk memilih madzhab semaunya,
Anda benar, bahwa kita mesti m enyesuaikan dengan keadaan, bila kita di makkah misalnya, m aka madzhab disana kebanyakan hanafi, dan di Madinah madzhab kebanyakannya adalah Maliki, selayaknya kita mengikuti madzhab setempat, agar tak menjadi fitnah dan dianggap lain sendiri, beda dengan sebagian muslimin masa kini yang gemar mencari yang aneh dan beda, tak mau ikut jamaah dan cenderung memisahkan diri agar dianggap lebih alim dari yang lain, hal ini adalah dari ketidak fahaman melihat situasi suatu tempat dan kondisi masyarakat.
Memang tak ada perintah wajib bermadzhab secara shariih, namun berm adzhab wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib, yaitu apa apa yang mesti ada sebagai perantara untuk mencapai hal yang wajib, menjadi wajib hukumnya.
Misalnya kita mem beli air, apa hukum nya?, tentunya mubah saja, namun bila kita akan shalat fardhu tapi air tidak ada, dan yang ada hanyalah air yang harus beli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya m embeli air?, dari mubah berubah menjadi wajib tentunya. karena perlu untuk shalat yang wajib.
Demikian pula dalam syariah ini, tak wajib mengikuti madzhab, namun karena kita tak mengetahui samudra syariah seluruh madzhab, dan kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tak mengenal hukum ibadah kecuali menelusuri fatwa yang ada di imam imam muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib,
Karena kita tak bisa beribadah hal hal yang fardhu / wajib kecuali dengan mengikuti salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi wajib hukumnya.
Sebagaimana suatu contoh kejadian ketika zeyd dan amir sedang berwudhu, lalu keduanya kepasar, dan masing masing membeli sesuatu di pasar seraya keduanya menyentuh wanita, lalu keduanya akan shalat, maka zeyd berwudhu dan amir tak berwudhu, ketika zeyd bertanya pada amir, mengapa kau tak berwudhu?, bukankah kau bersentuhan dengan wanita?, maka amir berkata, aku bermadzhabkan maliki, maka zeyd berkata, maka wudhu mu itu tak sah dalam madzhab malik dan tak sah pula dalam madzhab syafii, karena madzhab maliki mengajarkun wudhu harus menggosok anggota wudhu, tak cukup hanya mengusap, namun kau tadi berwudhu
dengan madzhab syafii dan lalu dalam masalah bersentuhan kau ingin mengambil madzhab maliki, maka bersuci mu kini tak sah secara maliki dan telah batal pula dalam madzhab syafii.
Demikian contoh kecil dari kebodohan orang yang mengatakan berm adzhab tidak wajib, lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas wudhunya?, ia butuh sanad yang ia pegang bahwa ia berpegangan pada sunnah nabi saw dalam wudhunya, sanadnya berpadu pada Imam Syafii atau pada Imam Malik?, atau pada lainnya?, atau ia tak berpegang pada salah satunya sebagaimana contoh diatas.
Anda benar, bahwa kita mesti m enyesuaikan dengan keadaan, bila kita di makkah misalnya, m aka madzhab disana kebanyakan hanafi, dan di Madinah madzhab kebanyakannya adalah Maliki, selayaknya kita mengikuti madzhab setempat, agar tak menjadi fitnah dan dianggap lain sendiri, beda dengan sebagian muslimin masa kini yang gemar mencari yang aneh dan beda, tak mau ikut jamaah dan cenderung memisahkan diri agar dianggap lebih alim dari yang lain, hal ini adalah dari ketidak fahaman melihat situasi suatu tempat dan kondisi masyarakat.
Memang tak ada perintah wajib bermadzhab secara shariih, namun berm adzhab wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib, yaitu apa apa yang mesti ada sebagai perantara untuk mencapai hal yang wajib, menjadi wajib hukumnya.
Misalnya kita mem beli air, apa hukum nya?, tentunya mubah saja, namun bila kita akan shalat fardhu tapi air tidak ada, dan yang ada hanyalah air yang harus beli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya m embeli air?, dari mubah berubah menjadi wajib tentunya. karena perlu untuk shalat yang wajib.
Demikian pula dalam syariah ini, tak wajib mengikuti madzhab, namun karena kita tak mengetahui samudra syariah seluruh madzhab, dan kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tak mengenal hukum ibadah kecuali menelusuri fatwa yang ada di imam imam muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib,
Karena kita tak bisa beribadah hal hal yang fardhu / wajib kecuali dengan mengikuti salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi wajib hukumnya.
Sebagaimana suatu contoh kejadian ketika zeyd dan amir sedang berwudhu, lalu keduanya kepasar, dan masing masing membeli sesuatu di pasar seraya keduanya menyentuh wanita, lalu keduanya akan shalat, maka zeyd berwudhu dan amir tak berwudhu, ketika zeyd bertanya pada amir, mengapa kau tak berwudhu?, bukankah kau bersentuhan dengan wanita?, maka amir berkata, aku bermadzhabkan maliki, maka zeyd berkata, maka wudhu mu itu tak sah dalam madzhab malik dan tak sah pula dalam madzhab syafii, karena madzhab maliki mengajarkun wudhu harus menggosok anggota wudhu, tak cukup hanya mengusap, namun kau tadi berwudhu
dengan madzhab syafii dan lalu dalam masalah bersentuhan kau ingin mengambil madzhab maliki, maka bersuci mu kini tak sah secara maliki dan telah batal pula dalam madzhab syafii.
Demikian contoh kecil dari kebodohan orang yang mengatakan berm adzhab tidak wajib, lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas wudhunya?, ia butuh sanad yang ia pegang bahwa ia berpegangan pada sunnah nabi saw dalam wudhunya, sanadnya berpadu pada Imam Syafii atau pada Imam Malik?, atau pada lainnya?, atau ia tak berpegang pada salah satunya sebagaimana contoh diatas.
Label:
Artikel Islam
Selasa, 16 Februari 2010
Download Mp3 Sholawat Gratis
بسم الله الرحمٰن الرحيم
Assalamu ‘alaikum wahai seluruh sahabatku di dunia nusantara ini. Segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan iman dan islam kedada kami sehingga kami masih tetap berjuang di jalanNya. Sholawat dan salam selalu kami dendungkan yang telah masuk ke dalam denyut nadi ini. Dan semoga kita semua mendapatkan Syafaatnya nanti di hari akhir nanti.
Alhamdulillah kami ucapkan. Hingga pada awal tahun 2010 telah berhasil mengumpulkan 3.143 Mp3 Sholawat dari berbagai pelosok indonesia. Dan Insya Allah gema sholawat akan kami uploadkan di Situs ini.
Kami dalam hal ini menghimbau dalam download Gratis ini agar hasil download disitus ini jangan untuk diperjualbelikan. Hanya untuk Koleksi Pribadi saja agar sesuai tujuan penciptanya.
Untuk keterangan Lebih lanjut sholawat yang akan di uploadkan:
Hubungi :
عبدالله مستغفرين
Abdullah Mustghfirin
Email : yahman_sinne@telkom.net
Facebook : yy2man@yahoo.com
Alamat :
Pondok Pesantren Sunan Kalijogo
Jl. Simokalangan 172K Surabaya
Jawa Timur
Atau : kunjungi diKampus Saya
1. Mahasiswa Wijaya Kusuma Surabaya Jurusan Akuntansi
2. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Taruna Surabaya Jurusan Pendidikan Islam
3. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Taruna Surabaya Jurusan Penyiaran islam
Handphone : 0856 269 3 269
Assalamu ‘alaikum wahai seluruh sahabatku di dunia nusantara ini. Segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan iman dan islam kedada kami sehingga kami masih tetap berjuang di jalanNya. Sholawat dan salam selalu kami dendungkan yang telah masuk ke dalam denyut nadi ini. Dan semoga kita semua mendapatkan Syafaatnya nanti di hari akhir nanti.
Alhamdulillah kami ucapkan. Hingga pada awal tahun 2010 telah berhasil mengumpulkan 3.143 Mp3 Sholawat dari berbagai pelosok indonesia. Dan Insya Allah gema sholawat akan kami uploadkan di Situs ini.
Kami dalam hal ini menghimbau dalam download Gratis ini agar hasil download disitus ini jangan untuk diperjualbelikan. Hanya untuk Koleksi Pribadi saja agar sesuai tujuan penciptanya.
Untuk keterangan Lebih lanjut sholawat yang akan di uploadkan:
Hubungi :
عبدالله مستغفرين
Abdullah Mustghfirin
Email : yahman_sinne@telkom.net
Facebook : yy2man@yahoo.com
Alamat :
Pondok Pesantren Sunan Kalijogo
Jl. Simokalangan 172K Surabaya
Jawa Timur
Atau : kunjungi diKampus Saya
1. Mahasiswa Wijaya Kusuma Surabaya Jurusan Akuntansi
2. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Taruna Surabaya Jurusan Pendidikan Islam
3. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Taruna Surabaya Jurusan Penyiaran islam
Handphone : 0856 269 3 269
Selasa, 26 Januari 2010
Download Sholawat Gratis
Alhamdulillah dengan rahmat ilahi kami telah menyelesaikan upload sholawat-sholawat di situs kami, selamat menikmati....
CARA MENDOWNLOAD
> Arahkah kusor pada file yang akan didownload.
> klik 2 X file yang akan didowload
> tunggu tampilan baru di 4shared file.
> klik unduh sekarang
> tunggu 10 Detik
> Pilih "Klik di sini untuk mengunduh file ini"
> Simpan file di dokumen saudara
Mohon file-file yang telah di download HANYA UNTUK DIRI SENDIRI, Tidak dipejualbelikan
berikut ini file telah kami uploadkan...:
Album Sholawat "Wahai Pecinta Rosul" (PP. Kyai Syarifuddin, Lamongan)
01.Jinal Madinah.mp3
02.Sholawat Uhudiyah.mp3
03. Sholatun.mp3
04. Ya Asyiqol Musthofa.mp3
05. Nabiyyuna.mp3
06. Bi Rosulillah.mp3
07. Dauni.mp3
08. Do'a Ba'da Ta'allum.mp3
Album ke 4 "Duta Sholawat 4" (PP. Tambak Beras, Jombang)
01. Junal Madinah.mp3
01. Ya Nafsu.mp3
02. Maa Allah.mp3
03. Sholatun.mp3
04. Asyiqol Musthofa.mp3
05. Labayk.mp3
07. Ya Alim.mp3
08. Burdah.mp3
09 Shollaallah.mp3
Album Sholawat " Anugerah Ilahi"
01 Anugrah Ilahi - Cerito Kubur.mp3
02 Anugrah Ilahi - Kunta Rohiman.mp3
03 Anugrah Ilahi - Qiif Wastaamii.mp3
04 Anugrah Ilahi - Sholatullohi Taghsyakum.mp3
05 Anugrah Ilahi - Allohumma Sholli Alaa Muhammad.mp3
06 Anugrah Ilahi - Bil Muhaimin (Dhilluni).mp3
07 Anugrah Ilahi - Addinu Lana.mp3
08 Anugrah Ilahi - Daawiini.mp3
09 Anugrah Ilahi - Hubbu Thoha.mp3
10 Anugrah Ilahi - Ya Robbi Sholi Ala Rosul.mp3
Album "Gambus Sholawat" (Al Madaniyyah Group, Pekalongan)
01. Sholawat Gambus.mp3
02. Sholawat Gambus.mp3
03. Sholawat Gambus.mp3
04. Sholawat Gambus.mp3
05. Sholawat Gambus.mp3
06. Sholawat Gambus.mp3
07. Sholawat Gambus.mp3
08. Sholawat Gambus.mp3
Kumpulan Sholawat "Habib Syaikh Abdul Qodir Assegaf"
01 sholawatullohi taghsya.mp3
02 Yaa Rosulalloh Salam.mp3
03 Yaa Nabi Salam.mp3
04 Robbi Kholaqo Thoha.mp3
05 Ilaahi Nas'aluka.mp3
06 Yaa Rasulalloh Salamun Alaik.mp3
07 Yaa Waaridu.mp3
08 Yaa Maulidal Musthofa.mp3
09 Qod Kafaanii Ilmu Robbi.mp3
10 Yaa Ala Baitin Nabi.mp3
11 Yaa Robbi Makkah.mp3
12 Yaa Arhamarrahimiinn.mp3
13 Allahu Allah.mp3
14 Yaa Laqolbi.mp3
15 Yaa Latifa Bil'ibad.mp3
16 Laa Ilaaha Illa Allah.mp3
17 Ahlan Wa sahlan Yaa Nabi.mp3
18 Ya Robbi Yaa.mp3
19 Bi Jahil Musthofa.mp3
20 Bi Nafshi Afdii.mp3
21 Da uunni.mp3
22 Li Ghoiri Jamali.mp3
23 Maulana yaa Maulana.mp3
24 Qod Tamammallah.mp3
25 Yaa Dzaljalaali.mp3
26 Yaa Robbibil Musthofa.mp3
27 Yaa Sayyidarrosli.mp3
28 Bi Rojauka.mp3
29 Qottammamaallah.mp3
31 Yaa Allah Biha.mp3
32 Ya Habib.mp3
33 Ya Nabi.mp3
Album "Ya Robbi Sholli Ala Muhammad" Hidayah Al Rahmani, (PP Miftahul Khoir - Probolinggo)
01_Asholatu_Alal_Mudhollal.mp3
02_Ya_Robbi_Ala_Muhammad.mp3
03_Assalamu_alaika.mp3
04. Laqolbin.mp3
05. Ya Nabi Salam 'alaika.mp3
06. Ala yalla Ya Rob.mp3
07. Nurok Ya Robbi.mp3
08. Ya Badrotim.mp3
Sholawat Majelis NurulMusthofa "Habib Hasan Assegaff"
01. Yaa Habibana.mp3
02. Yaa Sayyidi Yaa Rosulullah.mp3
03. Farobbun.mp3
04. Habibullah.mp3
05. Majelis Nurulmusthofa.mp3
06. Sayyidi Faqqihil.mp3
07. Sholatullah.mp3
08. Sholawatullah Taghsya.mp3
09. Waktusyar.mp3
10. Yaa Habibana Abdurrohman.mp3.mp3
11. Yaa Habibirrosul.mp3
12.Ya Habibii.mp3
13. Ya Sayyidi.mp3
AlBum Sholawat Al Madaniyyah " Live Concert"
01. Qod Kafaani.mp3
02. Wahdana.mp3
03. Ajmala Dikro.mp3
03. Tarohaqna.mp3
05. Antum Tadruna.mp3
06. Bi Rosulillah.mp3
07. Bil Azmi.mp3
08. Ya Badrotim.mp3
Sholawat Al banjari
01. Qolbiyunaidi.mp3
02. Assalamu 'alaika.mp3
03. Ya Allah Biha.mp3
06. Ya Nabi Salam.mp3
05. Ya Rosulullah.mp3
CARA MENDOWNLOAD
> Arahkah kusor pada file yang akan didownload.
> klik 2 X file yang akan didowload
> tunggu tampilan baru di 4shared file.
> klik unduh sekarang
> tunggu 10 Detik
> Pilih "Klik di sini untuk mengunduh file ini"
> Simpan file di dokumen saudara
Mohon file-file yang telah di download HANYA UNTUK DIRI SENDIRI, Tidak dipejualbelikan
berikut ini file telah kami uploadkan...:
Album Sholawat "Wahai Pecinta Rosul" (PP. Kyai Syarifuddin, Lamongan)
01.Jinal Madinah.mp3
02.Sholawat Uhudiyah.mp3
03. Sholatun.mp3
04. Ya Asyiqol Musthofa.mp3
05. Nabiyyuna.mp3
06. Bi Rosulillah.mp3
07. Dauni.mp3
08. Do'a Ba'da Ta'allum.mp3
Album ke 4 "Duta Sholawat 4" (PP. Tambak Beras, Jombang)
01. Junal Madinah.mp3
01. Ya Nafsu.mp3
02. Maa Allah.mp3
03. Sholatun.mp3
04. Asyiqol Musthofa.mp3
05. Labayk.mp3
07. Ya Alim.mp3
08. Burdah.mp3
09 Shollaallah.mp3
Album Sholawat " Anugerah Ilahi"
01 Anugrah Ilahi - Cerito Kubur.mp3
02 Anugrah Ilahi - Kunta Rohiman.mp3
03 Anugrah Ilahi - Qiif Wastaamii.mp3
04 Anugrah Ilahi - Sholatullohi Taghsyakum.mp3
05 Anugrah Ilahi - Allohumma Sholli Alaa Muhammad.mp3
06 Anugrah Ilahi - Bil Muhaimin (Dhilluni).mp3
07 Anugrah Ilahi - Addinu Lana.mp3
08 Anugrah Ilahi - Daawiini.mp3
09 Anugrah Ilahi - Hubbu Thoha.mp3
10 Anugrah Ilahi - Ya Robbi Sholi Ala Rosul.mp3
Album "Gambus Sholawat" (Al Madaniyyah Group, Pekalongan)
01. Sholawat Gambus.mp3
02. Sholawat Gambus.mp3
03. Sholawat Gambus.mp3
04. Sholawat Gambus.mp3
05. Sholawat Gambus.mp3
06. Sholawat Gambus.mp3
07. Sholawat Gambus.mp3
08. Sholawat Gambus.mp3
Kumpulan Sholawat "Habib Syaikh Abdul Qodir Assegaf"
01 sholawatullohi taghsya.mp3
02 Yaa Rosulalloh Salam.mp3
03 Yaa Nabi Salam.mp3
04 Robbi Kholaqo Thoha.mp3
05 Ilaahi Nas'aluka.mp3
06 Yaa Rasulalloh Salamun Alaik.mp3
07 Yaa Waaridu.mp3
08 Yaa Maulidal Musthofa.mp3
09 Qod Kafaanii Ilmu Robbi.mp3
10 Yaa Ala Baitin Nabi.mp3
11 Yaa Robbi Makkah.mp3
12 Yaa Arhamarrahimiinn.mp3
13 Allahu Allah.mp3
14 Yaa Laqolbi.mp3
15 Yaa Latifa Bil'ibad.mp3
16 Laa Ilaaha Illa Allah.mp3
17 Ahlan Wa sahlan Yaa Nabi.mp3
18 Ya Robbi Yaa.mp3
19 Bi Jahil Musthofa.mp3
20 Bi Nafshi Afdii.mp3
21 Da uunni.mp3
22 Li Ghoiri Jamali.mp3
23 Maulana yaa Maulana.mp3
24 Qod Tamammallah.mp3
25 Yaa Dzaljalaali.mp3
26 Yaa Robbibil Musthofa.mp3
27 Yaa Sayyidarrosli.mp3
28 Bi Rojauka.mp3
29 Qottammamaallah.mp3
31 Yaa Allah Biha.mp3
32 Ya Habib.mp3
33 Ya Nabi.mp3
Album "Ya Robbi Sholli Ala Muhammad" Hidayah Al Rahmani, (PP Miftahul Khoir - Probolinggo)
01_Asholatu_Alal_Mudhollal.mp3
02_Ya_Robbi_Ala_Muhammad.mp3
03_Assalamu_alaika.mp3
04. Laqolbin.mp3
05. Ya Nabi Salam 'alaika.mp3
06. Ala yalla Ya Rob.mp3
07. Nurok Ya Robbi.mp3
08. Ya Badrotim.mp3
Sholawat Majelis NurulMusthofa "Habib Hasan Assegaff"
01. Yaa Habibana.mp3
02. Yaa Sayyidi Yaa Rosulullah.mp3
03. Farobbun.mp3
04. Habibullah.mp3
05. Majelis Nurulmusthofa.mp3
06. Sayyidi Faqqihil.mp3
07. Sholatullah.mp3
08. Sholawatullah Taghsya.mp3
09. Waktusyar.mp3
10. Yaa Habibana Abdurrohman.mp3.mp3
11. Yaa Habibirrosul.mp3
12.Ya Habibii.mp3
13. Ya Sayyidi.mp3
AlBum Sholawat Al Madaniyyah " Live Concert"
01. Qod Kafaani.mp3
02. Wahdana.mp3
03. Ajmala Dikro.mp3
03. Tarohaqna.mp3
05. Antum Tadruna.mp3
06. Bi Rosulillah.mp3
07. Bil Azmi.mp3
08. Ya Badrotim.mp3
Sholawat Al banjari
01. Qolbiyunaidi.mp3
02. Assalamu 'alaika.mp3
03. Ya Allah Biha.mp3
06. Ya Nabi Salam.mp3
05. Ya Rosulullah.mp3
Label:
Pengumuman
Senin, 25 Januari 2010
Request IM3 Sholawat
Assalamu 'alaikum Wr. Wb
Kami mohon bila selama berbulan-bulan tidak bisa memberikan yang terbaik pada pembaca semua dikarenakan waktu dan sarana untuk mengumpulkan akses data base kami terdapat kesulitan.
Pada kesempatan ini kami berterima kasih atas do'a dan dukungannya dalam mengumpulkan kumpulan Sholawat di seluruh berbagai penjuru dunia. Pada awal tahun 2010 alhamdulillah telah terkumpul 3.132 MP3 Sholawat... sesuatu yang agaknya tidak mungkin di uploadkan ke internet semua, jadi kami akan menyeleksi ribuan IM3 yang akan di Uploadkan... selama 3 bulan kedepan Insya Allah akan banyak di upload di situs ini. allahu 'alam
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Kami mohon bila selama berbulan-bulan tidak bisa memberikan yang terbaik pada pembaca semua dikarenakan waktu dan sarana untuk mengumpulkan akses data base kami terdapat kesulitan.
Pada kesempatan ini kami berterima kasih atas do'a dan dukungannya dalam mengumpulkan kumpulan Sholawat di seluruh berbagai penjuru dunia. Pada awal tahun 2010 alhamdulillah telah terkumpul 3.132 MP3 Sholawat... sesuatu yang agaknya tidak mungkin di uploadkan ke internet semua, jadi kami akan menyeleksi ribuan IM3 yang akan di Uploadkan... selama 3 bulan kedepan Insya Allah akan banyak di upload di situs ini. allahu 'alam
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Label:
Pengumuman
Selasa, 16 Juni 2009
KUMPULAN SHOLAWAT BAG. 1 ( Satu )
Ini KUmpulan Seri sholawat BAGIAN 1 (SATU) dari Total 20 BAGIAN yang INsya Allah, Akan Kami Upload sehingga bisa dinikmati pembaca seluruh Indonesia. bersabar aja......
Alhamdulillah, Atas Doa Pembaca sekalian kami Saat ini telah berhasil mengoleksi 2.000 an lebih Sholawat di seluruh penjuru tanah air.
SHOLAWAT BAG. 1 (SATU)
ALBUM Kasih Sayang
01 Sholatun (Mubarok).mp3
02 A Taani (Mubarok).mp3
03 Allah Allah (Mubarok).mp3
04 Ya Laitani (Mubarok).mp3
05 Ya Asyiqal (Mubarok).mp3
06 Ya Rasulallah (Mubarok).mp3
07 Ya Arhamar Rokhimin (Mubarok).mp3
08 Asnawiyyah (Mubarok).mp3
09 Ash-Sholatu Wassalam (Mubarok).mp3
10 Zainal 'Anbiya' (Mubarok).mp3
11 Ilaahi (Mubarok).mp3
ALBUM Kerinduan
01 Lailan Saroo (Mubarok).mp3
02 Ya Dzal Ghina (Mubarok).mp3
03 Ya Chamam (Mubarok).mp3
04 Ya Khoiro Maulud (Mubarok).mp3
05 Asnawiyah (Mubarok).mp3
06 Ya Mam Biafkari (Mubarok).mp3
07 Aghitsuna (Mubarok).mp3
08 Ahmad Ya Hadi (Mubarok).mp3
ALBUM Tersenyum
01 Ala Ya Rasulallah.mp3
02 Asy-Syifa.mp3
03 An Tud Khilana.mp3
04 Salaaman.mp3
05 Asnawiyah.mp3
06 La Tudhasy.mp3
07 Injabartum.mp3
08 Shollu 'Alan Nuur.mp3
ALBUM Kebahagiaan
01 Qod Kafani (Al Madaniyyah).mp3
02 Ahlun Nuha (Al Madaniyyah).mp3
03 Farrij Kurby (Al Madaniyyah).mp3
ALBUM Air Mata
01 Ya Robba Makkah (Al MAdaniyyah).mp3
02 Ya Qolbu (Al MAdaniyyah).mp3
03 Atainakum (Al MAdaniyyah).mp3
04 Ya Nurol Aini (Al MAdaniyyah).mp3
05 Shollu Alaihi (Al MAdaniyyah).mp3
06 Syafi'una (Al MAdaniyyah).mp3
07 Ya Dunya (Al MAdaniyyah).mp3
ALBUM Bunga-Bunga Maulid
01 Masyariqul Amjad (Al-Quds).mp3
02 Ya Hana Qolbi (Al-Quds).mp3
03 Nurul 'Uyuni (Al-Quds).mp3
04 Sa'altullah (Al-Quds).mp3
05 Robbi Qowil (Al-Quds).mp3
06 Kalimah Thoyyibah (Al-Quds).mp3
07 Nauroh (Al-Quds).mp3
08 Ji'naka (Al-Quds).mp3
ALBUM Anugrah Terindah
01 Labbaik (Apang & Ilham).mp3
02 Ya Amanal Khoifin (Apang & Ilham).mp3
03 Fi Sulaima (Apang & Ilham).mp3
04 Assholatu Alan Nabi (Apang & Ilham).mp3
05 Wajhal Habib (Apang & Ilham).mp3
06 Hayyul Hadi (Apang & Ilham).mp3
07 Khoirol Bariyyah (Apang & Ilham).mp3
08 Sholawat Qur'aniyyah (Apang & Ilham).mp3
09 Thola'al Badru (Apang & Ilham).mp3
10 Bulbulul Iqbali (Apang & Ilham).mp3
ALBUM ya robba makkah
01 Asnawiyyahv4.mp3
02 Asshubhu Badaa4.mp3
03 Al Kawakib4.mp3
04 Dzillul Mursalin.mp3
05 Yaa Robba Makkah.mp3
06 Yaa Baabaallah.mp3
07 Khusnul Khotimah.mp3
08 Yaa Shofwatar.mp3
ALBUM asnawiyyah II
01 Asnawiyyah.mp3
02 Qudsiyyah.mp3
03 Ilaahana.mp3
04 Syafi'il Kholqi.mp3
05 Makkah Syarifah.mp3
06 Huwa Allah.mp3
ALBUM Asnawiyyah I
01 Asnawyyah.mp3
02 Ahmad Yaa Habibi.mp3
03 Baina Katifaihi.mp3
04 yaa 'aunal G.mp3
05 Thoolama.mp3
06 Huwannur.mp3
Album kenangan
01 bada'na.mp3
02 Rohmaka.mp3
03 Laa Ilaha.mp3
04 hama.mp3
05 Salamun.mp3
06 Khobbiri.mp3
ALBUM Al Banjari
01 Ilahi Nas'aluk (Al Banjari).mp3
02 Ludz Fi Hima (Al Banjari).mp3
03 Bulbulul Afroh (Al Banjari).mp3
04 Jaddal Khusain (Al Banjari).mp3
05 Ya Sayyidi (Al Banjari).mp3
06 Ya Asyiqin (Al Banjari).mp3
07 Ya Ala Baitin Nabi (Al Banjari).mp3
ALBUM Bil 'Azmi
01 Bil 'Azmi (Al Madaniyyah).mp3
02 Syababal Ilahu (Al Madaniyyah).mp3
03 Ya Nabiyya Min Qidzam (Al Madaniyyah).mp3
04 Ya Hadiyar Rukban (Al Madaniyyah).mp3
05 Sa'altullah (Al Madaniyyah).mp3
06 Madhun Nabi (Al Madaniyyah).mp3
07 Rohmaka (Al Madaniyyah).mp3
ALBUM Al-Muhibbin
01 Ya Izzana (Al-Muhibbin).mp3
02 Ya Nabiyya Min Qidzam (Al-Muhibbin).mp3
ALBUM MAULID
simtut duror.mp3
Simthudduror D-PH-Maulid Simtud Duror.mp3
Alhamdulillah, Atas Doa Pembaca sekalian kami Saat ini telah berhasil mengoleksi 2.000 an lebih Sholawat di seluruh penjuru tanah air.
SHOLAWAT BAG. 1 (SATU)
ALBUM Kasih Sayang
01 Sholatun (Mubarok).mp3
02 A Taani (Mubarok).mp3
03 Allah Allah (Mubarok).mp3
04 Ya Laitani (Mubarok).mp3
05 Ya Asyiqal (Mubarok).mp3
06 Ya Rasulallah (Mubarok).mp3
07 Ya Arhamar Rokhimin (Mubarok).mp3
08 Asnawiyyah (Mubarok).mp3
09 Ash-Sholatu Wassalam (Mubarok).mp3
10 Zainal 'Anbiya' (Mubarok).mp3
11 Ilaahi (Mubarok).mp3
ALBUM Kerinduan
01 Lailan Saroo (Mubarok).mp3
02 Ya Dzal Ghina (Mubarok).mp3
03 Ya Chamam (Mubarok).mp3
04 Ya Khoiro Maulud (Mubarok).mp3
05 Asnawiyah (Mubarok).mp3
06 Ya Mam Biafkari (Mubarok).mp3
07 Aghitsuna (Mubarok).mp3
08 Ahmad Ya Hadi (Mubarok).mp3
ALBUM Tersenyum
01 Ala Ya Rasulallah.mp3
02 Asy-Syifa.mp3
03 An Tud Khilana.mp3
04 Salaaman.mp3
05 Asnawiyah.mp3
06 La Tudhasy.mp3
07 Injabartum.mp3
08 Shollu 'Alan Nuur.mp3
ALBUM Kebahagiaan
01 Qod Kafani (Al Madaniyyah).mp3
02 Ahlun Nuha (Al Madaniyyah).mp3
03 Farrij Kurby (Al Madaniyyah).mp3
ALBUM Air Mata
01 Ya Robba Makkah (Al MAdaniyyah).mp3
02 Ya Qolbu (Al MAdaniyyah).mp3
03 Atainakum (Al MAdaniyyah).mp3
04 Ya Nurol Aini (Al MAdaniyyah).mp3
05 Shollu Alaihi (Al MAdaniyyah).mp3
06 Syafi'una (Al MAdaniyyah).mp3
07 Ya Dunya (Al MAdaniyyah).mp3
ALBUM Bunga-Bunga Maulid
01 Masyariqul Amjad (Al-Quds).mp3
02 Ya Hana Qolbi (Al-Quds).mp3
03 Nurul 'Uyuni (Al-Quds).mp3
04 Sa'altullah (Al-Quds).mp3
05 Robbi Qowil (Al-Quds).mp3
06 Kalimah Thoyyibah (Al-Quds).mp3
07 Nauroh (Al-Quds).mp3
08 Ji'naka (Al-Quds).mp3
ALBUM Anugrah Terindah
01 Labbaik (Apang & Ilham).mp3
02 Ya Amanal Khoifin (Apang & Ilham).mp3
03 Fi Sulaima (Apang & Ilham).mp3
04 Assholatu Alan Nabi (Apang & Ilham).mp3
05 Wajhal Habib (Apang & Ilham).mp3
06 Hayyul Hadi (Apang & Ilham).mp3
07 Khoirol Bariyyah (Apang & Ilham).mp3
08 Sholawat Qur'aniyyah (Apang & Ilham).mp3
09 Thola'al Badru (Apang & Ilham).mp3
10 Bulbulul Iqbali (Apang & Ilham).mp3
ALBUM ya robba makkah
01 Asnawiyyahv4.mp3
02 Asshubhu Badaa4.mp3
03 Al Kawakib4.mp3
04 Dzillul Mursalin.mp3
05 Yaa Robba Makkah.mp3
06 Yaa Baabaallah.mp3
07 Khusnul Khotimah.mp3
08 Yaa Shofwatar.mp3
ALBUM asnawiyyah II
01 Asnawiyyah.mp3
02 Qudsiyyah.mp3
03 Ilaahana.mp3
04 Syafi'il Kholqi.mp3
05 Makkah Syarifah.mp3
06 Huwa Allah.mp3
ALBUM Asnawiyyah I
01 Asnawyyah.mp3
02 Ahmad Yaa Habibi.mp3
03 Baina Katifaihi.mp3
04 yaa 'aunal G.mp3
05 Thoolama.mp3
06 Huwannur.mp3
Album kenangan
01 bada'na.mp3
02 Rohmaka.mp3
03 Laa Ilaha.mp3
04 hama.mp3
05 Salamun.mp3
06 Khobbiri.mp3
ALBUM Al Banjari
01 Ilahi Nas'aluk (Al Banjari).mp3
02 Ludz Fi Hima (Al Banjari).mp3
03 Bulbulul Afroh (Al Banjari).mp3
04 Jaddal Khusain (Al Banjari).mp3
05 Ya Sayyidi (Al Banjari).mp3
06 Ya Asyiqin (Al Banjari).mp3
07 Ya Ala Baitin Nabi (Al Banjari).mp3
ALBUM Bil 'Azmi
01 Bil 'Azmi (Al Madaniyyah).mp3
02 Syababal Ilahu (Al Madaniyyah).mp3
03 Ya Nabiyya Min Qidzam (Al Madaniyyah).mp3
04 Ya Hadiyar Rukban (Al Madaniyyah).mp3
05 Sa'altullah (Al Madaniyyah).mp3
06 Madhun Nabi (Al Madaniyyah).mp3
07 Rohmaka (Al Madaniyyah).mp3
ALBUM Al-Muhibbin
01 Ya Izzana (Al-Muhibbin).mp3
02 Ya Nabiyya Min Qidzam (Al-Muhibbin).mp3
ALBUM MAULID
simtut duror.mp3
Simthudduror D-PH-Maulid Simtud Duror.mp3
Label:
Pengumuman
Langganan:
Postingan (Atom)





